Laman

14 Feb 2015

Uzumaki Vito & Uchiha Ivan? - Part 1




E bego, salah.

 THE TALE OF UZUMAKI VITO
AND
UCHIHA IVAN





Uzumaki Vito



Siapa yang tidak mengenalnya? Bocah berusia 15 tahun yang tampan, lucu, sixpack, dan cool ini sangat (tidak) disukai  semua warga Galangakure yang makmur itu. Tapi sayangnya, Uzumaki Vito, yang akrab disapa Bito, sangatlah introvert.


Bito bersekolah di Galangakure Academy saat ia berusia 8 tahun. Ia sadar bahwa teman-temannya adalah bibit-bibit ninja yang sangat berbakat. Ia sangat ingin bermain bersama mereka, namun, Bito sangat malu.

Saat itu, Fahmi-sensei sedang menjelaskan materi. Bito tenggelam dalam lamunannya. Memikirkan bagaimana cara menghilangkan rasa malunya untuk bergaul bersama temanteman. Dalam hatinya, ia ingin sekali menjadi anak eksis, yang setiap harinya mendapat 100 likes di ask.fm walau dia cuma answer pap abis mandi atau foto diri sendiri lagi tidur. Ya, Bito sangat menginginkan itu.




Sialnya, Fahmi-sensei memergoki dirinya sedang melamun.

"Hei, Bito Tateto! Ngapain kamu ngelamun?! Ini paham ga yang Pahmi jelasin?!"

"Eh...anu, pak... nama saya Uzumaki Vi-"

"Alah alasan aja kamu ini!"

"Ih ngga alesan pak, saya kan cuma ngasihtau nama saya Uzuma..-"

"Maju kamu!"

Seisi ruangan terdengar tertawa kecil dan meledek. Bito sangat malu. Dengan berat hati, Bito pun maju kedepan kelas. Wajahnya semerah timun.

Fahmi-sensei menyuruhnya berdiri disampingnya, lalu memberikan kapur padanya.

"Coba kerjakan soal kalkulus ini dengan benar! Kalo salah, keluar kamu dari kelas saya!"

"Pak buset gua masih 8 tahun nying." bisiknya.

"APA KAMU BILANG?!"

"SIAP, PANTAT BITO GATEL, PAK!"

"ALESAN KAMU! CEPAT KERJAKAN!"

Bito keringetan.

Susah banget buset.

Tangannya gemeteran. Bito bener-bener gangerti soal kalkulus ini. Lagian, kenapa ninja belajar kalkulus dah. Gadanta deh, Ito sebel.

Dengan takut dan merinding, Bito menoleh kearah gurunya.

"Pak... saya gabisa.... belum ngerti pak..."

"AH KAMU INI! COBA SIAPA YANG BISA BANTU BITO?! MAKANYA BITO, KAU JANGAN MELAMUN TERUS!"


Bito mati kutu.

Bito kan gapunya temen di sekolah. Gimana ada yang mau bantuin... lagian, ini soal tingkat umur berapa. Pasti anak-anak sebaya Bito tidak bisa mengerjakan juga.

Bito memejamkan matanya, ia tidak kuat lagi. Ia sudah siap dikeluarkan dari kelas Fahmi-sensei.

"Saya, pak."

Bito membelalakkan kedua matanya.

Seketika, kelas menjadi ramai.

Kedua mata Bito tertuju pada seorang anak laki-laki berwajah lebih tampan darinya--tidak, dia sangat tampan. Tertampan di sekolah, mungkin.

Uchiha Ivan.

Anak laki-laki dari keluarga Uchiha yang terhormat dan terkenal. Kejeniusannya tidak diragukan lagi. Dia sangat famous di kalangan anak-anak perempuan alay yang kini teriak teriak menyerukan namanya, padahal dia cuma ngomong 'Saya, pak.'

Bito terharu. Anak ini... Bito bisa melihat sosok dirinya sendiri didalam anak ini.

'Apakah dia takdirku?' batin Bito, wajahnya tersipu. Lu kenapadah to.

"Ya, Ivan, silahkan maju." 


Semua perempuan di kelas itu teriak-teriak saat Ivan berdiri dari tempatnya semula, dan maju kedepan menghampiri Bito yang keringet dingin menatapnya. Wajah Ivan tetap cool.

Ivan berhenti di hadapan Bito. Ia tak sedikit pun melirik ke arah Bito.

Tapi kenapa... anak ini mau membantu Bito...?

"Izin toilet, pak."

"O, ya silakan."

Kemudian, Ivan keluar dari kelas dengan cool.

Semua cewek ber-kyaa-kyaa ria. Sekelas minta ke toilet semua.

"PAK SAYA JUGA IZIN TOILET PAK!"

"PAK SAYA MAU NGENCING!!!"

"PAKKK MAU EEKKK MAU KE TOILET PAK!!!"

Fahmi-sensei murka.

"NGGAK!!!!! DIAM KALIAN DISINI!"

Semua penonton kecewa.

Lebih kecewa lagi, Bito, yang kini diam tak percaya dengan apa yang telah Ivan lakukan.

"Ya, Bito. Keluar kamu dari kelas saya."

Dikeluarkan karena melamun, dipermalukan oleh Ivan. Ya, hari ini sial sekali, Bito.

Tapi sejak hari itu, Bito sangat penasaran dengan Ivan. Anak ini sangat pendiam... tampaknya, ada kesamaan antara mereka berdua, namun Bito tak bisa menjelaskannya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Di usia ke 15-nya, saat itu, Bito sedang berlatih memanjat pohon dengan chakra yang ia kumpulkan di kaki. Namun berkali-kali, ia terjatuh.

Ia melihat teman-temannya, kemudian.

Yamanaka Shintya, cewe paling seksi di Galangakure angkatannya itu, dengan mudah memanjat pohon dengan giginya. Walaupun terdapat luka lecet disana sini, namun, ia tetap berhasil sampai ke puncak. Dan tampaknya, dirinya sangat cerdas, ditambah lagi, dia dari keluarga Yamanaka, bisa mengendalikan fikiran dan masuk ke dalam jiwa orang lain.

Ia ingat ketika Sitinjak-sensei menyuruhnya duel dengan Shintya. Bito babak belur.

Bagaimana tidak, Shintya menggunakan pembaca fikiran saat duel baru saja dimulai. Sialnya, Bito sedang memikirkan yang tidak-tidak saat itu.

Sialnya lagi, Shintya membaca keras keras, kayak baca puisi, apa yang difikirkan Bito.


"Oh lo ternyata kalo malem namanya Barbara to!"

"Ye Bito, kenapa ga bilang da kalo lu pernah masuk penjara!"

"Demi apa to lu ikut program diet sehat Mama Welly?"

"To, lu mikirin udel gua mulu ye?! Emang lu dasar buaya!"

"OOH BITO SUKA SAMA HARUNO BUNGA TOH!!! Kirain gua, nying."

"WAH BITO NGESTALK IVAN MULU SELAMA INI!!!"

"BITO EEK DI CELANA GUYS! WARNANYA IJO! GA BERBAU!"

"BITO PANTATNYA UNGU!! CIEE MALU YA DIBACA FIKIRANNYA!!"



Bito benci Shintya sejak saat itu.

Keesokan harinya, Sitinjak-sensei selalu mengeluarkannya dari kelas,ilfil.


Bito menatap temannya Shintya, Hyuuga Astrid. Ah, anak ini. Ia terkenal cantik, lembut, dan tentu, pemalu. Dan beberapa kali, Bito memergoki Astrid sedang memandanginya. Bito seringkali merinding, mungkin itulah alasannya.

Tapi gadis ini cukup menarik. Ia dapat mengontrol chakranya dengan baik. Bahkan sebelum memanjat pun dia sudah berada di atas pohon. Ini cewek apa siluman uler.





Kalo dilihat dari fotonya sih kayaknya pedofil JIS.

Bito pernah sekali senyum pada Astrid, ya sekadar sok ramah aja. Eh dia malah lari kebirit-birit, komuknya merah, terus tiba-tiba Bito mendengar suara jeritan histeris.


Ah ini mah fix banget Astrid gamau temenan sama Bito.

Dengar-dengar, Astrid adalah seseorang yang kejam. Teman-temannya memanggilnya 'The Psycho Astrid' atau 'Si Psikopat Astrid' atau 'The Freaky Mreaky Astrid' dan terkadang juga 'The Mambo Gurl'.

Di malam Jumat, seringkali Astrid tertawa keras di samping apartemennya.

Fix banget Pedofil JIS.


Bito pun mengalihkan pandangannya dari Astrid ke temannya, Rock Rayzi.

Ini cangcuters apa jamur kuping.


Tampaknya cowok yang satu ini sangat cekatan. Dia tidak menggunakan chakra untuk memanjat pohon, melainkan dia manjat manual. Ketinggian dan Energi Kinetiknya diitung.

Rock Rayzi memang terkenal sebagai ninja yang tidak bisa menggunakan chakra, tapi dia sangat kuat. Maksudnya, dia bisa mengangkat beban seberat tiga ton dengan bibirnya! BIBIRNYA!! AAAAK SENPAI NOTICE ME!!!

Bito pernah saat itu, gaya-gayaan, ngajakin Rock Rayzi duel. Bito pikir, Rayzi sangat mudah dikalahkan karena ia lemah, tidak bisa pakai chakra. Namun ternyata, Rock Rayzi menyerang pipi Bito dengan bibirnya dan dirinya merasa seperti diserang 10 ton beban!! Bito terpental! Bito sedih!

"KESEL BITO!"


Bekas bibir Rayzi masih ada sampe sekarang.


Namun Bito menjadikan Rayzi sebagai motivasinya. Sayang sekali perjuangan Bito untuk ikut mengangkat beban 3 ton setiap hari dengan bibir kandas di tengah jalan. Org satu gram aje udah nangis ngeluh sakit.


"Lihat saja nanti, Rock Rayzi. Kau boleh menang bibir tapi aku tetap lebih ganteng daripada kamu."

Keesokan harinya, Bito liat Rayzi jalan sama gebetannya.

Bito gantung diri (kaki diatas)(Bito senam hamil)



Dan kemudian, terdapat Inuzuka Made. Pria macho berwajah bapak bapak yang memelihara hampir semua binatang.

Made dan peliharaannya yang sudah tiada akibat makan pup sendiri. Madenya maksudnya.


Sudah lama Bito menganggap Made adalah cowo yang unik. Mungkin Made lah cowok pertama yang membuatnya sadar kalau selama ini Bito menyukai lelaki, Bito berbeda, Bito tidak sama dengan yang lain. Ayah, mengapa Bito berbeda?



Sebelum memanjat, Made langsung berlari ke arah pohon yang paling pendek, terus pipisin pohonnya. Ya, memang Made memiliki jiwa ke doggy doggy-an karena dia sangat bersahabat dengan binatang.


Kemudian dengan binal, Made lari keatas pohon. Iyak, lari. Ga manjat. Keyen.


Dengan sorak sorak bahagia dan merdeka, Made berhasil sampai ke puncak, juara satu.


Made juga memiliki jiwa kera dalam dirinya. Waktu itu, Made memelihara seekor kera, namun sayang sekali, saat Made mau mandi, shampoonya tertinggal dan terbuka. Keranya pun makan shampoonya dan keracunan. Made dihantui rasa bersalah.

Semenjak saat itu, Made merasa ada sosok monyet yang selalu menatapnya sebelum ia tidur. Saat Made shampooan, ia merasa ada yang ikut menggosok gosok kepalanya, dan itu adalah tangan monyet. Ternyata Made cuma parno, itu tangannya sendokir.

Dimana-mana, Made merasakan tiupan di kupingnya, dan bisikan "U U A A".
 

Made takut jika polisi mengetahui hal ini dan ia akan dipenjara.

Ternyata bener, Made dipenjara. Satu sel sama Bito. Taudah Bito ngapain. Pengen aja Bito dipenjara biar jadi pemanis cerita.

Ketika Made keluar dari penjara selama sebulan, Made memelihara seekor anjing. Dan anjing itu menjadi sahabatnya sampai sekarang ini. Nama anjing itu Tito.


Bito ingin menjadi secepat dan secekatan Made, namun apadaya, Bito terlalu lemah. Ia saja tidak mampu bergaul dengan teman temannya.

Bito menatap Sarahten, yang masih keep calm dengan alat alat ninjanya itu. Namun tiba-tiba, ia melemparkan tambang keatas dan naik dengan liawrr layaknya pendaki gunung professional.

Kim Bum?
 Sarah adalah anak yang sangat handal dalam bidang senjata ninja. Sarah tidak takut jika lawannya memiliki senjata lebih canggih darinya, karena dia pasti menang. Sarah adalah master of senjata.

Meski cukup menyenangkan untuk dijadikan teman, Bito tetep takut.

Karena jika sapu tangannya keinjek sendiri, Sarah akan murka besar. Ia akan melempar shuriken kemana-mana. Sarah pernah masuk penjara juga karena shurikennya kena kepalanya Ipul-sensei.

 Bito pernah, sesekali, mencoba untuk berbicara dengan Sarah.

"Uhm... ha-halo... Sarah-chan..."

"He, siape lo?"

"A-aku, Bito... Masa gak tau..."

"Hah, Bito yang mana ya?"

"Aku suka jadi chairmate kamu, Sar..."

"Hah? Gainget da... Bito yang mana sih anjir kasih tau gua!!!"

"Yang...ini...aku..."

"Bentar yak, gua pusing mikir kebanyakan..."

"Sarah-chan gainget Bito?:("

"Bentar-bentar..."

*30 menit kemudian*

"OOOOOOOOOOHHHH YANG KEMAREN PIPIS DI WC CEWE TERUS NGAKUNYA LAGI ADAPTASI JADI COWOK GRGR BARU TRANSGENDER?"

.............


...........


.....

...


"Eh itu Rayzi deng.... Bito siapadah."


Ya, dan Sarah juga sangat lemot.



Selanjutnya, Bito menatap Nara Naomira.


Ngga, dia belum ngapa-ngapain.


Dia cuma tidur.

Da.


Pokoknya gituda.

 Btw bagus juga rambut nanasnye.

.........ok this is awkward i face in hole-d myself.




 Dan Haruno Bunga....


Yak, Bito menyukainya sejak Bunga masih berbentuk zigot. Sudah lama sekali.

Bunga adalah gadis yang paling pintar, paling cantik, paling populer, dan sangat cerdas


Rasanya tidak mungkin Bito mendapatkannya, karena dia sangat cantik, da Bito mah apa atuh

Bito menatap Bunga saat ia mengalirkan chakra ke kakinya, dan memanjat pohonnya.

Ah, lagi diem aja cantik, gimana kayak gini.

Kemudian, Bunga memergoki Bito menatapnya.


"SITINJAK SENSEI! BITO PSIKOPAT NGELIATIN SAYA MULU! BITO MAU NYONTEK PAAAK!!!!!!!!! BITO NYONTEK PAAAK!! HUUU!!"

Bito didiskualifikasi.


Yah, walau gitu mah, namanya sayang ma apa atuh, mau ditonjokkin geng motor juga teteup sayang Bito.

Matilu to.


Ya inilah Bito, selalu mengejar-ngejar Bunga, tapi tidak dapat. Apadaya, Bunga telah jatuh cinta kepada laki-laki tertampan di sekolah, Uchiha Ivan... Inilah salah satu alasan mengapa Bito menjadikan Ivan sebagai rivalnya di sekolah. Padahal mah Ivan biasa aje


Uchiha Ivana




---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




"Hey! Ivan!"


Dengan cool, Ivan menolehkan kepalanya. "Hn?"


"AYO BERDUEL DENGANKU!!!!"


KUTANTANG KAU, IVAN!!!



Ivan memandang Bito aneh.

Lo kenapa deh, gadanta abis, cih.

Ye nyolot lo ye sama gue. SINI LO MAJU.

Tch, alay.



BAH SONGONG GUA SERANG JUGA LU YE!! KYAAA IPAAAN!!!


Cih. Banyak gaya.
Ah. Bito kalah.


Setelah Bito dikalahkan secara tidak terhormat oleh Ivan, Bito bertanya pada Ivan,

Lo kok diem bgt si van. Homo ya?
Apadeh, gajelas
YEE ORANG NANYA BAIK BAIK.
Bito cuma pengen temenan sama Ipan...
Ivan tidak butuh teman. Aku hanya ingin membalaskan dendamku pada kakakku. Aku tidak butuh teman sepertimu.

Sekarang minggir


Ivan-kun....



Ivan pergi meninggalkan Bito sendirian.

Ternyata, Ivan sama seperti Bito. Ia kesepian.

"Ivan!!! Aku tahu kau kesepian!"

Ivan menoleh. "Sok tau lo anjir."

"Aku merasakan apa yang kau rasakan, van. Aku tahu rasanya dicampakkan oleh semuanya. Tidak ada satupun yang mengerti perasaan kita. Aku tahu, van!!! Aku merasakan jiwa kita terikat dalam suatu hubungan yang tidak bisa kujelaskan. Aku tahu kita baru kenal, tapi saat kita berduel tadi, aku merasakan getaran harmonik dan resonansi yang luar biasa!"

Ivan terdiam sejenak, menatap Bito dalam dalam. Bito menitikkan air matanya (kenapa?)


Satu, itu kata-kata Maurid-sensei dalam panduannya mencari cinta. Dua, gua tadi abis kentut bray, enak bgt. Tiga, lo homo ya?


Setelah berkata seperti itu, dia menghilang.

"IH KEZEL BITO."

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Bito sedang menyendiri di kolam ikan, ketika Astrid tiba-tiba jatuh dari langit.

"IHHH KAGET BITO."

*dateng dateng mukanya udah begini* *gangomong apa apa* *psikopat*

KAMU?

Ngapain kamu disini?

"Em.... ngga papa.... aku cuma ngeliat... Bito-kun kesepian..." gumam Astrid malu-malu babi.

Bito terdiam sejenak, kemudian ketawa kecil. "Ah, ngga kok, emang orangnya suka menyendiri :)" ujarnya sambil membenarkan jambul.

"Tapi, Bito-kun tidak apa apa kan? Maksudku, setelah Ivan-kun tadi tampaknya menyakiti perasaanmu..."


Bito mengepalkan kedua tangannya. "Tch... si angkuh itu,"

"Emmm... Bito gapapa?"

"KESEL BITO."

"Bi-bito-kun harus sabar ya... Jika Bito butuh apa-apa.. A-aku selalu ada...di belakang Bito kok..." ujar Astrid malu-malu. Wajahnya memerah.


Mampus creepy banget nih cewek. Jangan jangan gua mau di santet.

"I-iya, Astrid... hehehe..."

"Iyaudah Bito... Astrid mau ngencing dulu ya... dadah Bito..."

"Eh... iya, sampun..."


Astrid pun menghilang dari sisi Bito.

Sekalinya ada yang mau temenan, beginian.






Bito terus memikirkan Ivan, penasaran apa yang membuatnya ingin bersahabat dengan orang angkuh itu. Apakah... Bito jatuh cinta padanya? Apakah Tuhan memberi jalan Bito kepada Ivan untuk jawaban doa-doa Bito agar move on dari Bunga?


Bagaimanakah cerita Bito untuk mendapatkan teman-teman?

Apakah yang akan Bito lakukan untuk berteman dengan Made, Mira, Rayzi, Bunga, Sarah, Shintya?

Apakah Bito akan melanjutkan dietnya?




Bersambung









2 komentar: