Laman

26 Apr 2013

Edo taken by Shintya?

Diduga membenci satu sama lain dengan hasrat membunuh, mereka sama-sama jatuh pada lubang bernama cinta.

Cinta

Cinta

Cinta

Shintya tidak menduga bahwa tanggal 25 April 2013, Edo akan menembaknya dengan cara telepati, dan Shintya menerimanya secara reflek dengan cara kentut sembarangan. Dan mereka pun resmi menjadi pasangan sehidup semati Bonaventure. Ngalahin Yosafat - Angel.

EDO WANDA

SHINTYA AYU LESTARI



!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!



<33333333 br="" emot="" pantat="">

Selain itu, mereka pun memiliki chemistry yang sangat indah.

Misalnya, ketika mereka belajar Seni Rupa bersama, mereka (terpaksa) satu kelompok.

Dan ketika itu, Alya Nadira, sang master melukis dan prakarya, belum mendapat kelompok, sehingga Kamal (yang juga kelompok Shintya) menawarkan Alya masuk ke kelompoknya.

Alya nyengir.

"MAUUU!!!"

Shintya udah seneng banget, terus dia ngelirik ke Edo. Saya yang bisa ngebaca raut mukanya, menerjemahkan begini,

"Alya yang pinter, berbakat, dan jago bikin gini ginian dalam beberapa hari, dibandingkan Edo yang suka tidur, tukang kentut, ngupil, dan gesekkin idung ke baju gue?"

Nah itu dilemma di kepala Shintya.

Edo mukanya udah melas banget mau dibuang dari kelompoknya.

Dan akhirnya.

"Yaudah deh gajadi al. Gue kasian ama Edo." 

SHINTYA MEMBELA PACARNYA.

Edo langsung berterimakasih.

"Jaket gue jangan dipegang nyet." 

Yak itulah cara Edo berterimakasih pada ShinTya.

Oh ya, ketika Edo mau retret. Karena mereka udah resmi pacaran, pastinya kalo mau kemana mana harus izin sama pacar dong ya?

Bayangan saya :

Edo : *dateng nyamperin Shintya yang lagi bengong, sedih mau ditinggal pacarnya nginep semalem*
Shintya : *meper ingus ke tiang balkon*
Edo : *berdiri disamping Shintya, terdiam, memikirkan kata kata yang tepat*
Shintya : *ngelap ingus*
Edo : *menghela nafas*
Shintya : *mencuri nafas*
Edo : *megang kepala Shintya, mengelusnya lembut* "Yang, aku mau Retret dulu ya."
Shintya : *mengalihkan kepalanya kearah lain, risih* "Yaudah sana."
Edo : "Kamu jangan ngambek dong."
Shintya : "Ngga ngambek."
Edo : *ngerangkul pundak Shintya, memaksa Shintya untuk menatapnya* "Kok gitu sih? Aku cuma pergi semalem yang."
Shintya : "Yaudah."
Edo : *menghela nafas* *mengelus rambut lurus Shintya* "Yaudah, aku pergi ya? Jaga diri. Jangan lupa makan. Kamu biasanya kalo ga aku ingetin suka ga makan, sok nyakitin diri. Jangan gitu ya yang?"
Shintya : "Iya sayang. Tapi kamu sms aku ya?"
Edo : "Jika Pak Monang mengizinkan, aku akan menghubungimu yang."
Shintya : "Pak Sitinjak ikut ga?"
Edo : "Ikut yang."
Shintya : "Pesen D'Crepes ya."
Edo : "....udah alih profesi yang jadi Gu Jun Pyo."
Shintya : "Ah udahlah do kamu ngungkit ngungkit mantan aku terus. Aku udah ga ada apa apa sama dia..." *nyingkirin tangan Edo*
Edo : *menghela nafas panjang, menatap Shintya lembut* "Yaudah yang maafin aku. Yaudah. Aku turun ya. Ini saatnya aku menemani Ivan merantau kesana."
Shintya : *menghapus titik air mata*
Edo : *muka cemas* *menggenggam tangan Shintya* "Sayang jangan nangis...."
Shintya : "Aku masih kangen kamu do......"
Edo : *peluk Shintya* "Aku juga sayang.......udah jangan nangis. Aku pasti balik. Balik untuk kamu. Aku janji."
Shintya : "Janji?"
Edo : "Promise."



Realita

"Eh gue Retret dulu ya njing."

Edo to Shintya.



Yaudahlah. Langgeng kalian berdua. Semoga Wira yang selalu bilang "I Love You" ke Shintya ga merusak hubungan kalian.


Dan ini beberapa foto paparazzi yang saya dkk dapatkan dari mereka.

Check it ouuuuttt













 



Yaudahlah segini aja.


Selamat tidurrr yang disini yang disana :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar